5 Fakta Menarik Seputar Martabak Manis, Cocok untuk Camilan Ngedate
5 Fakta Menarik Seputar Martabak Manis, Cocok untuk Camilan Ngedate
KARCISTOTO-Martabak merupakan sejenis kudapan yang biasa disajikan untuk camilan lezat di saat santai. Meski pada umumnya terdapat dua jenis martabak yaitu martabak asin dan martabak manis, namun kali ini kita akan membahas mengenai fakta menarik seputar martabak manis yang biasa juga dikenal sebagai martabak atau kue terang bulan.
NONTON MOVIE-Dibalik kelezatannya, sudahkah kamu mengetahui fakta menarik seputar martabak manis?
BANDAR TOTO ONLINE- Untuk kamu yang penasaran mengenai fakta menarik yang dapat diulas seputar martabak manis yang lezat untuk camilan santai, ini dia penjelasannya.
1. Perbedaan dengan apem balik khas Malaysia
Sama halnya dengan berbagai hidangan yang memiliki konsep serupa, martabak juga memiliki versi yang berbeda dan sangat khas akan budaya Malaysia.
Jika kita mengenal kudapan manis ini dengan nama martabak, maka orang-orang Malaysia cenderung mengenal kudapan ini dengan nama apam balik. Tentu saja karena memiliki rumpun yang serupa, kedua versi berbeda dari martabak ini tetap menggugah selera.
2. Sering dikonsumsi sebagai kudapan lezat untuk bersantai
Mengapa ya banyak sekali pria yang membeli martabak untuk dibawa saat mengunjungi kekasihnya? Mungkin salah satu alasan paling logisnya adalah karena martabak memiliki kaitan yang sangat erat sebagai salah satu kudapan manis yang mampu mencairkan suasana. Selain itu, kudapan ini sangat cocok untuk dinikmati sembari bercengkerama santai.
3. Harganya ramah di kantong
Meskipun pada saat ini banyak sekali kedai martabak yang menawarkan kudapan lezat ini dengan harga yang relatif mahal, namun dari sisi originalnya tentu saja martabak bukanlah makanan yang mahal. Martabak adalah makanan yang ramah dikantong dengan rasa yang lezat sehingga sangat cocok untuk dinikmati.
4. Asal usul nama martabak
Ternyata martabak manis memiliki nama awal, yaitu Hok Lo Pan yang diciptakan oleh orang Hakka asal Bangka. Hok Lo Kan sendiri merupakan martabak manis yang berasal dadi Bangka Belitung.
Untuk kamu yang sering melihat banyak sekali kedai yang bernama martabak bangka, tentu saja hal itu karena asal mula martabak berasal dari daerah Bangka.
5. Sudah banyak versi rasa yang lebih modern
Jika umumnya versi rasa original dari martabak hanyalah kacang, cokelat, ataupun ketan. Saat ini banyak sekali terdapat jenis martabak dengan rasa dan tampilan yang beragam, sebut saja martabak gulung, martabak dengan 8 varian rasa, bahkan berbagai jenis topping seperti keju, oreo, cokelat leleh, dan sebagainya.
Nah, 5 fakta menarik seputar martabak manis di atas dapat menjadi informasi bagi kamu untuk dapat mengenal lebih jauh tentang makanan yang satu ini. Bagaimana menurutmu?
KARCISTOTO-Makanan yang sering dijual di pinggir jalan dan sekolahan seringkali membuat kita bernostalgia tentang kisah kita masa kecil. Kenikmatan makanannya masih terngiang dimemori otak kita. CERDASPOKER-Dari dulu hingga sekarang kita juga masih bisa membeli jajanan-jajanan pinggir jalan (streetfood) yang dulunya menjadi primadona. Nah ini adalah delapan street food Indonesia yang tak lekang waktu hingga sekarang, mari bernostalgia.
1.Batagor
Batagor
BANDAR TOTO ONLINE-Makanan pinggir jalan satu ini termasuk primadonanya street food Indonesia,kudapan khas Sunda yang berasal dari Bakso dan Tahu yang digoreng ini memiliki tingkat kenikmatan yang tiada tara jika dimakan dengan sambel kacangnya. Keduanya tidak bisa dipisahkan antara batagor dan sambel kacangnya, ibarat sayur, tanpa garam. Konon, batagor sudah ada sejak tahun 1970-an dan masih menjadi makanan pilihan hingga kini.
2. Kue Leker
kue leker
Kue yang memiliki ciri khas kulitnya yang crispy dan diisi dengan pisang didalamnya ini bisa ditemui dimana saja. Adonan kulit kue leker ini terdiri dari tepung terigu, susu, gula dan air lalu dituangkan keatas wajan mini. Tak berapa lama kemudian penjual akan menaburkan potongan kecil pisang, coklat tabor, gula pasir dan tentunya susu kental manis. Setelahnya adonan ini dilipat menjadi setengah lingkaran dan segera bisa disantap. Street food khas Indonesia ini memiliki harga yang cukup murah sehingga semua orang bisa membelinya.
3. Kue Cubit
Kue Cubit
Makanan yang populer di Jakarta ini kini juga bisa ditemukan di mana saja. Kue berukuran kecil sekitar 4 cm saja. Jajanan yang dijual ole pedagang kaki lima di pinggir jalan, sekolah dan tempat-tempat umum ini kini merambah hingga kafe-kafe hingga mall. Kue ini terbuat dari adonan terigu dan susu lalu dimasukan dalam cetakan baja. Konon nama kue cubit berasal dari cara pedagang kue cubit yang mencubit-cubit kue tersebut menggunakan alat pencapit.
4. Martabak Manis
Martabak Manis Cokelat Keju
Siapa yang tak kenal dengan martabak manis, makanan yang setia menemani malam bersama teman-teman ini selalu diunggulkan karena rasananya yang manis dan nikmat. Kini ada banyak varian rasa dari martabak manis, mulai dari martabak cokelat keju, martabak manis keju sampai sentuhan modern seperti rasa red velvet dan green tea.
5. Telur Gulung
Telur gulung
Terlihat sederhana namun menyimpan banyak kenangan ketika kecil dan terbawa hingga dewasa kini. Telur gulung hanyalah telur yang digulung diatas minyak panas, tapi entah kenapa rasanya lebih enak ketika beli di tukang telur gulung ketimbang bikin sendiri. Namun yang pasti hingga kini banyak orang dewasa yang rindu dengan makanan jalanan ini.
6. Surabi
Surabi Durian Keju
Surabi atau Serabi merupakan jajanan khas Indonesia, berasal dari kata "sura" yang berarti besar. Serabi konon telah menjadi idola semenjak tahun 1932. Makanan ini dibuat dari tepung beras atau terigu yang dibakar dengan menggunakan alat tradisional yaitu tungku dan cetakan dari tanah liat. Ada dua jenis serabi yakni serabi manis yang menggunakan kinca dan serabi asin. Serabi kini memiliki banyak pilihan rasa seperti rasa durian, serabi santan, serabi pandan dan serabi toping buah.
7. Gorengan
Gorengan pada dasarnya tahu, bakwan dan lain-lain. Banyak ditemui dipinggir jalan terutama menjelang maghrib. Streetfood yang satu ini selain murah, juga enak loh. Akan sulit di luar negeri untuk menemui gorengan, untuk itu banyak orang Indonesia yang di luar negeri juga merindukan gorengan. Rasa gorengan sebenarnya sangat bisa diterima oleh orang manca negara sehingga tak perlu khawatir jika kamu punya teman dari negara lain untuk mencoba gorengan.
Indonesia memiliki banyak makanan-makanan yang butuh waktu lama untuk bisa mencicipi semuanya, ketujuh makanan diatas hanya segelintir dari banyaknya aneka ragam kuliner Indonesia. Dari ketujuh makanan diatas, makanan favorit kamu yang mana?
KARCISTOTO-Di zaman yang sudah modern ini, semuanya serba instan. Termasuk makanan juga banyak yang instan. Tujuannya untuk memudahkan kamu memasak atau memakannya.
CERDASPOKER-Di Indonesia sendiri, gerai fast food kian menjamur. Camilan-camilan yang kamu makan sekarang pasti sebagian besar dibeli di swalayan.
BANDAR TOTO ONLINE-Lalu, bagaimana nasib camilan-camilan khas Indonesia yang sudah mulai langka? Ini dia 10 camilan khas Indonesia yang sudah mulai langka.
1. Clorot
Tekstur yang mirip jenang dan berbalut daun janur ini sudah sangat jarang sekali ditemukan. Bahkan di pasar tradisional pun, tidak semuanya menjual camilan satu ini.
2. Grontol jagung
Grontol ini terbuat dari jagung yang direbus dan ditaburi dengan parutan kelapa dan gula. Makanan khas Jawa Tengah ini memang agak sulit ditemui sekarang, bahkan di daerah asalnya tidak banyak yang menjual makanan enak satu ini.
3. Kue rangi
Waktu kamu kecil, pasti ada abang-abang jualan rangi di depan sekolahmu, ya kan? Sekarang sudah tak banyak yang jualan kue rangi ini. Makanan khas asal Betawi ini terbuat dari tepung yang dicampur kelapa parut lalu dipanggang menggunakan kayu bakar atau arang. Kangen, deh sama rasanya.
4. Manisan pala
Camilan asli Cianjur ini terbuat dari buah pala dan dicampur dengan gula. Di pedesaan, camilan ini masih sering ditemukan, tapi kalau di kota ada gak ya?
5. Jenang krasikan
Berbeda dengan jenang pada umumnya, jenang jenis ini memiliki sensasi cita rasa sendiri. Ketika kamu mengunyah camilan ini, lidah kamu akan merasakan berpasir, atau kalau orang Jawa bilang itu ngeres. Selain itu cara memasaknya pun juga berbeda.
6. Untir-untir
Camilan satu ini banyak banget sebutannya, ada yang bilang ini plintir, unter-unter, kue tambang. Dulu, kue ini selalu disajikan di arisan ibu-ibu atau camilan saat Idulfitri. Namun, camilan ini sudah mulai langka.
7. Kembang goyang
Camilan ini adalah salah satu kue khas Betawi. Kenapa namanya kembang goyang? Bentuknya yang seperti kembang atau kelopak bunga dan menggorengnya setelah dilepas dari cetakan dengan cara digoyangkan.
8. Geblek
Camilan yang satu ini berbentuk seperti angka delapan, warnanya putih dan rasanya kriuk-kriuk seperti krupuk. Camilan satu ini sayangnya sudah banyak ditinggalkan. Sudah pernah makan?
9. Madu mongso
Namanya yang mengandung madu bukan berarti komposisinya juga menggunakan "saus manis" itu. Camilan satu ini terbuat dari ketan hitam dan difermentasi sehingga timbul sedikit rasa asam, kemudian ditambahkan gula. Biasanya, madu mongso dibungkus kertas warna-warni yang menarik.
Itulah beberapa jajanan khas Indonesia yang sudah mulai jarang ditemukan. Kamu sendiri pernah mencicipi yang mana?