:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2238675/original/003504700_1528177826-NASA_peggy_whitson.jpg)
Alasan NASA Rekrut Calon Astronaut dengan Selera Humor Tinggi
Alasan NASA Rekrut Calon Astronaut dengan Selera Humor Tinggi
Selera Humor Dinilai Perlu
Penelitian yang berkembang menunjukkan bahwa selera humor --kemampuan menciptakan dan menerima lelucon-- memainkan peran penting dalam mendorong dinamika kelompok yang sukses, membangun tim yang kuat, dan memicu pemikiran kreatif.
Riset menunjukkan bahwa tertawa mampu mengurangi stres, meningkatkan keterlibatan dan kolaborasi, dan dapat menaikkan ketepatan analitik serta produktivitas.
Satu studi, misalnya, mengemukakan bahwa orang yang kerap menonton klip komedi, akan 10 persen lebih produktif daripada mereka yang tidak.
Selain itu juga diungkapkan bahwa lelucon yang cerdas di tempat kerja dapat membuat orang yang melontarkan candaan itu tampak lebih kompeten --dan karenanya, mungkin, lebih dapat dipercaya oleh koleganya.
Misi perjalanan bolak-balik NASA dari Bumi ke Mars, ditargetkan meluncur dalam dua dekade mendatang, dengan jarak tempuh jutaan kilometer dari planet ini.
Perjalanan ke antariksa akan dikemas dalam kapsul yang tidak lebih besar dari ukuran apartemen dan kehidupan yang rentan akan bencana di ruang angkasa.
Lantas, dalam lingkungan bertekanan tinggi seperti itu, mengapa humor menjadi penting?
"Satu tim bekerja paling baik ketika mereka memiliki seseorang yang berperan sebagai badut," Dr Jeffrey Johnson, salah satu peneliti yang bekerja dengan NASA mengatakan pada pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science.
Orang yang bisa melawak atau joker, kata Johnson, mempunyai keahlian untuk menyatukan semua orang, menjembatani kesenjangan ketika ketegangan muncul dan benar-benar meningkatkan moral.
Temuan Johnson didasarkan pada pengalaman pribadinya saat ia mempelajari pekerja di kamp-kamp penangkapan ikan terpencil di Alaska, serta beberapa ekspedisi ilmiah ke Antarktika yang berlangsung beberapa bulan lalu.
