Thursday, 23 May 2019

Alasan NASA Rekrut Calon Astronaut dengan Selera Humor Tinggi

NASA


Alasan NASA Rekrut Calon Astronaut dengan Selera Humor Tinggi

Alasan NASA Rekrut Calon Astronaut dengan Selera Humor Tinggi



KARCISTOTO NASA merekrut astronaut yang benar-benar terampil untuk mengemban misi di angkasa luar selama tiga tahun. Sebagian besar dari mereka akan menghabiskan waktu di dalam pesawat ruang angkasa tanpa ruang pribadi dan kontak dengan rumah yang terbatas.

CERDASPOKER Pekan lalu, para peneliti NASA menasihati bagian rekrutmen lembaga ini agar memilih calon astronaut yang punya selera humor tinggi.

BANDAR TOTO ONLINE Kemampuan itersebut akan menjadi keterampilan penting yang diperlukan oleh seluruh peserta ketika terjun langsung ke dalam misi berawak pertama mereka ke Mars, sebab para astronaut harus bisa fokus pada cara berpikir yang jernih, berkepala dingin saat berada di bawah tekanan, atau tetap tenang ketika mencoba bertahan mendekati kematian di Apollo 13.

Selera Humor Dinilai Perlu


Penelitian yang berkembang menunjukkan bahwa selera humor --kemampuan menciptakan dan menerima lelucon-- memainkan peran penting dalam mendorong dinamika kelompok yang sukses, membangun tim yang kuat, dan memicu pemikiran kreatif.

Riset menunjukkan bahwa tertawa mampu mengurangi stres, meningkatkan keterlibatan dan kolaborasi, dan dapat menaikkan ketepatan analitik serta produktivitas.

Satu studi, misalnya, mengemukakan bahwa orang yang kerap menonton klip komedi, akan 10 persen lebih produktif daripada mereka yang tidak.

Selain itu juga diungkapkan bahwa lelucon yang cerdas di tempat kerja dapat membuat orang yang melontarkan candaan itu tampak lebih kompeten --dan karenanya, mungkin, lebih dapat dipercaya oleh koleganya.

Misi perjalanan bolak-balik NASA dari Bumi ke Mars, ditargetkan meluncur dalam dua dekade mendatang, dengan jarak tempuh jutaan kilometer dari planet ini.

Perjalanan ke antariksa akan dikemas dalam kapsul yang tidak lebih besar dari ukuran apartemen dan kehidupan yang rentan akan bencana di ruang angkasa.

Lantas, dalam lingkungan bertekanan tinggi seperti itu, mengapa humor menjadi penting?

"Satu tim bekerja paling baik ketika mereka memiliki seseorang yang berperan sebagai badut," Dr Jeffrey Johnson, salah satu peneliti yang bekerja dengan NASA mengatakan pada pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science.

Orang yang bisa melawak atau joker, kata Johnson, mempunyai keahlian untuk menyatukan semua orang, menjembatani kesenjangan ketika ketegangan muncul dan benar-benar meningkatkan moral.

Temuan Johnson didasarkan pada pengalaman pribadinya saat ia mempelajari pekerja di kamp-kamp penangkapan ikan terpencil di Alaska, serta beberapa ekspedisi ilmiah ke Antarktika yang berlangsung beberapa bulan lalu.